Curhat lagi ni aq ceritanya... Hehe...
Kali ini topiknya adalah sisi lain dari kehidupanq sebagai seorang musisi..
Musisi?? Ya... Bagi yg blm tau, aq sudah mulai bljr alat musik sejak SD kelas 2 bersama kakakq. Waktu itu saya diajari sedikit bagaimana cara maen keyboard. Waktu SD saya juga sekilas diajari cara bermain gitar oleh ayah dan kakak saya. Masuk SMP mulai lebih tertarik lagi, saya perdalam ilmu saya tentang keyboard dan gitar. Ditambah lagi saya belajar juga maen bass n drum... Jadi lengkap... SMA n kuliah sudah semakin mahir lagi. Bertemu dg bnyak org, ngeband kemana2, ilmu n pengalaman teruz nambah, jd primadona, fans pun nambah. Ho9.... (Gaya dhikit). Banyak org bilang musisi itu keren... Tp taukah kalian ada sisi lain dari seorg musisi yg jarang diketahui org?? Ini critaq:
Aq belajar memainkan alat musik secara otodidak. Tidak pernah ikut les, hanya membaca dr buku dan berbagi ilmu dan pengalaman dg org lain. Org2 blg kalo saya berbakat... Namun sayang, justru krn itu saya jadi terjebak. Yg paling berdampak adalah masa2 kuliah...
Di kampuz juga pasti ada band2an bukan?? Saya tergabung dlm band gizi 4 thn berturut2. Ikut dekan cup 4 thn dg posisi berbeda. Thn pertama pegang gitar, thn kedua drum, thn ketiga keyboard, thn keempat balik drum lagi. Selain dekan cup, juga masih banyak acara2 laen yg menampilkan akustik dan saya ikut juga di dalamnya. Memang cukup menyenangkan. Satu hal yg menyebalkan adlh saat lthn, palagi mendekati hari H. Tiap hari lthn sampek mlm. Kadang2 sampek jam 12 mlm. Gila... Rumahq Tumpang men... Brgkt jam 7 pagi kuliah, plg bs jam 10 mlm klo sama lthn. Sore mo plg ya nanggung.. Msak mo PP Tumpang-Malang 2x?? Pernah suatu kejadian plg jam set1 mlm sampek rumah. Waktu itu pas mlm jumat legi dan coba tebak?? Saya melihat org ga da kepalanya di sblhnya candi Jago Tumpang... Hiiii.... Serem bgt... Kisah nyata ini...
Selain band gizi, saya juga sempat mjd keyboardisnya Medical Choir (Padsunya FK rek). Klo ada sumpah dokter, ners, ppds, ato pelepasan Ahli gizi, saya maen dan waktu itu jd keyboardis satu2nya. Yg laen pada ga mau maen selama kurang lebih 2 periode (2 thn). Itu hampir sama, mesti mengorbankan kuliah... Tp dpt surat tugas. (Enak kalo ini. Hehe...)
Kisah lainnya: saya seorg Nasrani dan saya cukup aktif di Gereja dan lumayan aktif ikut PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristennya FK). Setiap ibdh, juga psti butuh pemain musik kan!? Untuk PMK, kasusnya hampir sama kayak band td. Masalah lthn dan rmhq yg jauh. Untuk Gerejaku malah lbh kompleks masalahnya. Ibdh Raya setiap hari minggu 2x. Ibdh pemuda hari minggu siang. Ibadah tengah minggu hari selasa. Ibadah bapak ibu hari jumat. Ibadah dewasa muda hari Kamis. Dan coba tebak?? Saya maen di hampir keseluruhan ibadah td. Di ibadah ini jd keyboardis, ibadah lain jd bassis, gitaris, drummer.. Jadi sesuai kebutuhan. Tergantung mana yg kosong. Ibarat pemain pengganti. Maklum lah, di desa pemain musiknya pada pergi semua ke kota. Aktifitasnya ada di kota. Jd jarang yg stanby di desa. Masalah latihan pun sama... Blm lagi kalo ada acara2 besar seperti Natal, Paskah dan HUT Gereja. Bisa bnr2 tiap hari ke Gereja.
Puncak stress tingkat tinggi ada di bulan Desember. Aq menyebutnya siksaan akhir tahun. Kenapa?? Yang pertama karena bln itu kami sibuk latihan di Gereja untuk mempersiapkan Natal. Yang kedua, itu bulan akhir semester. Tugas-tugas numpuk semua. Juga ada UAS. Yang ketiga, kakak2 saya dan anak2nya pulang ke rumah. Jd rame banget, suasana tidak kondusif bwat belajar, bwat ngerjain tugas. Hampir tiap mlm pergi ke grj, jd mesti begadang sampek tengah malem bwat nyelesaiin tugas. Blm lgi kalo suruh nganter kakak2 kemana gt. Huft... :(
Lalu, apa enaknya jd orang yang berbakat?? Justru dengan bakat itu, saya seakan terpenjara, tidak bisa bebas. Ketika saya curhat, org malah bilang "Salah sendiri bisa maen keyboard.." Sungguh menyebalkan. Sampai2 saya punya pemikiran: BAKAT ITU SEBUAH ANUGRAH ATAUKAH KUTUKAN??
Bersambung....
Selasa, 02 April 2013
Senin, 21 Januari 2013
Sistem Manajemen Basis Data/Database Management System (DBMS) di dalam Ilmu Gizi
Database…
Mungkin sudah tidak asing lagi di telinga teman-teman semua. Basis data (database) merupakan kumpulan dari data
yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan dalam perangkat
keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data
merupakan salah satu komponen utama dalam sistem informasi, karena merupakan
basis dalam penyediaan informasi bagi para pemakai.
Pengelolaan
basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi
ditangani oleh sebuah Perangkat Lunak yang khusus/spesifik. Perangkat lunak
inilah disebut DBMS yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan,
diubah dan diambil kembali. Ada
puluhan bahkan mungkin ratusan perangkat lunak DBMS yang tersedia.
Masing-masing dengan spesifikasinya sendiri-sendiri. Mulai dari yang sangat
sederhana sampai yang paling kompleks. Secara umum ada 5 buah DBMS yang cukup
familiar dikalangan pengguna DBMS, yaitu Microsoft Access, MySQL, Microsoft SQL
Server, PosgreSQL, dan Oracle. Namun pada tulisan ini kita akan mencoba sedikit
mengenal yang namanya Microsoft Access.
Access
adalah DBMS relational keluaran dari Microsoft yang termasuk dalam paket
Microsoft Office. Microsoft Access mengkombinasikan engine relational Microsoft
Jet Database, Graphical User Interface (GUI) dan perangkat
pengembang perangkat lunak. Microsoft Access dapat menggunakan
data yang disimpan dalam Microsoft Jet Database, Microsoft SQL Server, Oracle
atau tipe lain asal kompatibel dengan ODBC (Open Database
Connectivity).
Microsoft Access seringkali digunakan dalam pengembangan aplikasi secara cepat
(Rapid
Application Development), terutama untuk membangun prototipe dan
aplikasi stand-alone. Microsoft Access juga dapat digunakan sebagai basis data
untuk aplikasi berbasis web sederhana. Namun pada aplikasi yang lebih kompleks,
baik berdasarkan web atau tidak, Microsoft Access bukanlah pilihan yang baik.
Terutama karena kekurangannya dalam menangani penggunaan oleh banyak pengguna (multi-user). Hal
ini karena sebenarnya Microsoft Access adalah sebuah basis data
personal yang lebih ditujukan untuk single-user. Microsoft Access
juga tidak dilengkapi dengan database triggers dan stored
procedurs.
Salah satu keuntungan dari Microsoft Access bagi programmer adalah
kompatibilitasnya terhadap SQL (structured query language) relatif
tinggi. Pada Microsoft Access kita dapat membuat query berbasis
teks atau berbasis GUI kemudian dapat langsung dieksekusi dengan mudah untuk
mendapatkan hasil.
Njlimet
ya?? Itu tadi saya copy paste bukunya orang. Hwahaha…. :p
Gpp, ini
hanya perkenalan saja. Lebih baik langsung praktek biar cepet ngerti.
Dicoba-coba dulu. Kalo pengen belajar lebih banyak tentang DBMS yang lain,
silahkan belajar sendiri. Hehe….
Truz apa
hubungannya ma ilmu gizi?? Baiklah… Ini dia…
Pengaplikasian dalam Ilmu Gizi
Jika
dikelola dengan baik, sebuah database bisa sangat bermanfaat. Salah satu contoh
sebuah database gizi yang sudah tidak asing lagi adalah DKBM. Dengan DKBM
tersebut, kita bisa melakukan banyak hal, misal mencari bahan makanan dengan
kriteria tertentu, atau mengurutkan bahan makanan berdasarkan kriteria
tertentu. Contoh: mencari lauk hewani yang nilai kolesterolnya di bawah 100.
Atau mencari 10 nama bahan makanan dengan nilai protein tertinggi, dll.
Semuanya itu bisa dilakukan dengan Ms. Access. Memang dengan Ms. Excel juga
bisa, tapi kurang seru n kurang pas coz excel sebenarnya tidak didesain untuk
pengelolaan sebuah database.
Contoh lain: database pasien, database dokter, ahli gizi, database obat, jika misal kita
mengelola sebuah klinik konsultasi gizi ato rumah sakit, data-data pasien tersebut juga mesti
disimpan kan !?
Kalo sewaktu-waktu dibutuhkan, bisa dilihat kembali. Kalo pasien tersebut datang lagi, bisa dilihat riwayatnya dahulu seperti apa. Ini juga bisa jadi sistem
pendokumentasian asuhan gizi secara elektrik. Sekarang jamannya sudah maju rek,
masak masih pake kertas.. Haha…
Bidang gizi masyarakat pun bisa. Contoh:
database kota
dan data demografinya. Untuk laporan biar cantik, dibuat dalam bentuk grafik
pun bisa. Diwarnai, dikasih bunga-bunga, gambar-gambar, foto.. Haha…
Bidang food service malah lebih banyak
lagi. Contoh: data penjualan, data karyawan, data gaji, inventori, langganan,
supplier, dan masih banyak lainnya. Oia, siap-siap yang mau menempuh profesi,
mungkin salah satu tugas di rotasi FSM suruh bikin software… Hayo looo….
Wkwkwkwk….
Sekali lagi saya tekankan, pakai Ms. Excel
memang bisa melakukan hal-hal tadi, tapi bukan tempatnya. Kalo yang udah mahir
excel, ada yang namanya makro kan !?
Di Access pun ada. Ada
juga namanya VBA, Access malah lebih mendukung VBA. Klo mo bikin bentuk form,
truz dikasih tombol-tombol gitu, ya Access jagonya. Perhitunganpun bisa. Memang
sedikit beda rumusnya. Cuman perlu sedikit belajar lagi. Tampilannya pun lebih
keren, lebih enak dilihat kalo menurutku. Ada banyak sekali keuntungan pake Ms. Access (promosi ini, haha…). Favorit saya,
dengan access kita bisa melakukan beberapa otomatisasi, misal status gizinya muncul sendiri ato energinya ngitung sendiri. Bisa bikin software
sederhana karya sendiri yang pastinya sesuai kebutuhan dan lebih keren... Ho9… Cmn syaratnya satu,
mau mencoba dan belajar hal baru. Itu az… Access emang kurang populer ketimbang
excel, tapi jangan salah. Jangan cuman sekedar melihat popularitas, tapi peran
dan fungsinya, itu yang lebih penting. Seperti akar yang selalu ada di bawah
tanah, tak pernah terlihat, namun dialah penopang pohon yang tampak berdiri
dengan begitu gagahnya, penyuplai air dan nutrisi untuk kehidupannya. Tanpanya,
pohon itu akan tumbang dan mati…
Eits, malah bahaz filosopi aq, menyimpang dari topik. Haha... Ya itulah, intinya Ms Access ini banyak gunanya mesti jarang orang mengetahuinya.
Mungkin pada tulisan-tulisan berikutnya,
saya akan sedikit memaparkan cara menggunakan Ms. Access. Kalo mau diskusi ma saya ya
monggo.
Terus ikuti blog ini. Hehe…
Selamat mencoba mempelajari hal baru….
Selasa, 18 Desember 2012
Sepenggal Kisah Kuliah... (Part 2)
Sambungan posting sebelumnya...
Pada postingan sebelumnya, saya menceritakan tentang bagaimana setahun terakhir masa2 studi saya di kampuz tercinta... Dan ditutup dengan sebuah pertanyaan flashback.
KENAPA SAYA KULIAH DI GIZI??? Kenapa saya sekarang menyandang gelar S.Gz?? Padahal sewaktu sekolah dulu ga pernah ada bayangan bwat masuk sana. Ga pernah kepikiran jadi Ahli Gizi. Denger kalo ada jurusan S1 Gizi Kesehatan di Brawijaya pun ga pernah. Palagi ngliat jurusan itu... Yah, tapi itulah yang disediakan Tuhan..
Klo boleh saya cerita, sebenarnya ga ada niatan sama sekali kuliah di situ. Aq dlu pernah daftar poltek lewat jalur PSB, tapi ga diterima. Teman saya yang diterima. Sungguh menyebalkan coz pada akhirnya ga diambil ma dia. Mbok kasihno saya az. Dari situ tok wez frustasi (maklum, masih labil). Truz juga sebenernya saya mempersiapkan diri saya untuk masuk STAN. Belajar n sembayang tiap hari biar bisa masuk sana. Pelajaran IPA ga tak sentuh blaz sehabis UN. Ikut SNMPTN pun ga niat. Disaat yang laen pada bingung cari les, aku malah asik ongkang2 kaki di rumah, ato maen2. Ga pernah ikut les selain di sekolah dlu pas sebelum UN, belajar juga baru H-2 sebelum SNMPTN. Milih jurusan juga asal2an. Baru tau klo ada jurusan Gizi itu ya pas saya beli formulir SNMPTN itu. Haha... Gila... Maksud saya cmn sementara saja sambil nunggu STAN. Ternyata diterima di gizi. Ga habiz pikir. Ya wez lah, dijalanin az...
Begitu masuk kuliah disitu, kagetnya setengah mati. Sistem kuliahnya gila.. Menyiksa... Berbeda sekali dengan karakteristik saya. Bagi yang pernah sekolah di daerah pedesaan, pasti tau kan rasanya sekolah di desa?? Nyantai, contekan ga masalah, malah suruh nyontek biar lulus, kerja tugas asal-asalan, guru ga masuk malah seneng, akses dan fasilitas terbatas, persentasi satu tahun sekali, buat makalah juga jarang, dikelas maen kartu, maen catur, baca komik, anak2nya juga kayak gt, mendukung banget klo diajak nakal.. Haha... Dan sebagainya (ga semua sekolah desa kayak gini se, tapi sekolah kota juga ada yang kayak gini. Haha...). Boleh berbangga sedikit, saya termasuk orang yang diperhitungkan waktu sekolah dulu. Ho9... Habiz ngalami kondisi yang kayak gitu, truz saya kuliah diperkotaan. Di salah satu Universitas unggulan. Wohh... Bedanya 180 derajat bokk... Saya seperti seekor ikan yang sempat berjaya di hulu sungai, namun langsung ditelan habiz oleh hiu2 raksasa saat mencoba mengarungi kerasnya samudra raya.. Ya sudahlah, pikirq cmn sementara saja. Mungkin sekitar 1 bln sebelum saya pergi ke jakarta (optimis masuk STAN).
Sampai tiba waktu pengumuman STAN. Eh, lha koq ga diterima di STAN. Tak cari2 namaq ga ada dipengumumannya. Malah nemu namanya temenq satu gereja. Waduh rasanya, ga bisa dicritain wez. Tak kuasa hatiku menahan kesedihan. Palagi pas hari minggu dateng ke gereja, ngliat tmnq yang keterima itu berdiri di depan jadi singer (semacam imam), tumpah sudah air mataku saat itu juga. Ya wez, beginilah jadinya... Terdampar.... Tersiksa rasanya...
Waktu sekolah dulu, saya suka matematika. Pelajaran yang paling saya benci adalah menghapal, dan satu2nya pelajaran yang banyak menghapal di jurusan IPA adalah biologi. Celaka sudah coz di gizi ini banyak materi biologinya semacam anfis, biokim, patofis, dan sejenisnya. Banyak menghapal. Emang ada hitungannya, tapi menurut saya hitungannya adalah hitungan yang membosankan, tidak menantang (sombong dhikit. Hehe...). Belum lagi pratikumnya. Temen2q yang laen pada keren2 untuk ukuran cow. Bawaannya obeng, tang, kunci, palu, ada yang bawa senjata jga. Lhah aq bwa erus, sutil, serok, helmnya panci, dandang, tameng wajan, senjatanya sendok, garpu. Huft.... Tapi ya sudah lah..
Kulewati tahun-tahunq di sana dan tak terasa 4 tahun sudah berlalu.
Setelah lulus ini saya baru mengerti semuanya. Semua pertanyaan2 saya yang di atas tadi terjawab sudah..
Ada banyak jawaban yang saya temukan. Namun aq pengen fokus ke beberapa hal.
Untuk pertanyaan KENAPA SAYA, sebenarnya itu adalah pertanyaan bodoh. Sudah jelas sekali jawabannya. Semua org punya porsinya masing2. Dan aq yakin semua yang terjadi dalam hidup saya, itu juga sudah sesuai dengan porsi saya. Kalopun terlihat sungguh berat, aq harusnya patut berbangga. Kenapa?? Ibarat seorg anak sekolah, makin tinggi sekolahnya makin berat bukan?? Ato ibarat sebuah pohon, semakin tinggi pohon tersebut, terpaan anginnya juga akan semakin kencang bukan?? Itu satu...
Saya merasa tersiksa selama kuliah, itu juga hal bodoh.. Saya tersiksa bukan karena sistem perkuliahan yang kayak gt.. Ato tersiksa karena penempatan yang tidak sesuai.. Ato jga bukan karena dengan siapa saya berada, apa yang saya hadapi, tapi saya tersiksa karena saya tidak bisa BERSYUKUR... Banyak mengeluh, protes, mempertanyakan kedaulatan Tuhan dalam hidup saya. Tidak bisa legowo bahasa jawanya, menerima segala sesuatu dengan ikhas. Dan pada akhirnya aq mengerti kunci kebahagiaan. Kebahagiaan bukan dilihat dari harta atau kekuasaan. Banyak contohnya orang2 kaya atau berkuasa yang tidak bahagia. Tapi kunci kebahagiaan adalah ketika kita mampu bersyukur dan menikmati segala hal yang terjadi dalam hidup ini, tanpa melupakan tugas dan kewajiban yang sudah dipercayakan kepada qt...
KARENA KEBAHAGIAAN ITU, ADALAH SEBUAH PILIHAN...
Pada postingan sebelumnya, saya menceritakan tentang bagaimana setahun terakhir masa2 studi saya di kampuz tercinta... Dan ditutup dengan sebuah pertanyaan flashback.
KENAPA SAYA KULIAH DI GIZI??? Kenapa saya sekarang menyandang gelar S.Gz?? Padahal sewaktu sekolah dulu ga pernah ada bayangan bwat masuk sana. Ga pernah kepikiran jadi Ahli Gizi. Denger kalo ada jurusan S1 Gizi Kesehatan di Brawijaya pun ga pernah. Palagi ngliat jurusan itu... Yah, tapi itulah yang disediakan Tuhan..
Klo boleh saya cerita, sebenarnya ga ada niatan sama sekali kuliah di situ. Aq dlu pernah daftar poltek lewat jalur PSB, tapi ga diterima. Teman saya yang diterima. Sungguh menyebalkan coz pada akhirnya ga diambil ma dia. Mbok kasihno saya az. Dari situ tok wez frustasi (maklum, masih labil). Truz juga sebenernya saya mempersiapkan diri saya untuk masuk STAN. Belajar n sembayang tiap hari biar bisa masuk sana. Pelajaran IPA ga tak sentuh blaz sehabis UN. Ikut SNMPTN pun ga niat. Disaat yang laen pada bingung cari les, aku malah asik ongkang2 kaki di rumah, ato maen2. Ga pernah ikut les selain di sekolah dlu pas sebelum UN, belajar juga baru H-2 sebelum SNMPTN. Milih jurusan juga asal2an. Baru tau klo ada jurusan Gizi itu ya pas saya beli formulir SNMPTN itu. Haha... Gila... Maksud saya cmn sementara saja sambil nunggu STAN. Ternyata diterima di gizi. Ga habiz pikir. Ya wez lah, dijalanin az...
Begitu masuk kuliah disitu, kagetnya setengah mati. Sistem kuliahnya gila.. Menyiksa... Berbeda sekali dengan karakteristik saya. Bagi yang pernah sekolah di daerah pedesaan, pasti tau kan rasanya sekolah di desa?? Nyantai, contekan ga masalah, malah suruh nyontek biar lulus, kerja tugas asal-asalan, guru ga masuk malah seneng, akses dan fasilitas terbatas, persentasi satu tahun sekali, buat makalah juga jarang, dikelas maen kartu, maen catur, baca komik, anak2nya juga kayak gt, mendukung banget klo diajak nakal.. Haha... Dan sebagainya (ga semua sekolah desa kayak gini se, tapi sekolah kota juga ada yang kayak gini. Haha...). Boleh berbangga sedikit, saya termasuk orang yang diperhitungkan waktu sekolah dulu. Ho9... Habiz ngalami kondisi yang kayak gitu, truz saya kuliah diperkotaan. Di salah satu Universitas unggulan. Wohh... Bedanya 180 derajat bokk... Saya seperti seekor ikan yang sempat berjaya di hulu sungai, namun langsung ditelan habiz oleh hiu2 raksasa saat mencoba mengarungi kerasnya samudra raya.. Ya sudahlah, pikirq cmn sementara saja. Mungkin sekitar 1 bln sebelum saya pergi ke jakarta (optimis masuk STAN).
Sampai tiba waktu pengumuman STAN. Eh, lha koq ga diterima di STAN. Tak cari2 namaq ga ada dipengumumannya. Malah nemu namanya temenq satu gereja. Waduh rasanya, ga bisa dicritain wez. Tak kuasa hatiku menahan kesedihan. Palagi pas hari minggu dateng ke gereja, ngliat tmnq yang keterima itu berdiri di depan jadi singer (semacam imam), tumpah sudah air mataku saat itu juga. Ya wez, beginilah jadinya... Terdampar.... Tersiksa rasanya...
Waktu sekolah dulu, saya suka matematika. Pelajaran yang paling saya benci adalah menghapal, dan satu2nya pelajaran yang banyak menghapal di jurusan IPA adalah biologi. Celaka sudah coz di gizi ini banyak materi biologinya semacam anfis, biokim, patofis, dan sejenisnya. Banyak menghapal. Emang ada hitungannya, tapi menurut saya hitungannya adalah hitungan yang membosankan, tidak menantang (sombong dhikit. Hehe...). Belum lagi pratikumnya. Temen2q yang laen pada keren2 untuk ukuran cow. Bawaannya obeng, tang, kunci, palu, ada yang bawa senjata jga. Lhah aq bwa erus, sutil, serok, helmnya panci, dandang, tameng wajan, senjatanya sendok, garpu. Huft.... Tapi ya sudah lah..
Kulewati tahun-tahunq di sana dan tak terasa 4 tahun sudah berlalu.
Setelah lulus ini saya baru mengerti semuanya. Semua pertanyaan2 saya yang di atas tadi terjawab sudah..
Ada banyak jawaban yang saya temukan. Namun aq pengen fokus ke beberapa hal.
Untuk pertanyaan KENAPA SAYA, sebenarnya itu adalah pertanyaan bodoh. Sudah jelas sekali jawabannya. Semua org punya porsinya masing2. Dan aq yakin semua yang terjadi dalam hidup saya, itu juga sudah sesuai dengan porsi saya. Kalopun terlihat sungguh berat, aq harusnya patut berbangga. Kenapa?? Ibarat seorg anak sekolah, makin tinggi sekolahnya makin berat bukan?? Ato ibarat sebuah pohon, semakin tinggi pohon tersebut, terpaan anginnya juga akan semakin kencang bukan?? Itu satu...
Saya merasa tersiksa selama kuliah, itu juga hal bodoh.. Saya tersiksa bukan karena sistem perkuliahan yang kayak gt.. Ato tersiksa karena penempatan yang tidak sesuai.. Ato jga bukan karena dengan siapa saya berada, apa yang saya hadapi, tapi saya tersiksa karena saya tidak bisa BERSYUKUR... Banyak mengeluh, protes, mempertanyakan kedaulatan Tuhan dalam hidup saya. Tidak bisa legowo bahasa jawanya, menerima segala sesuatu dengan ikhas. Dan pada akhirnya aq mengerti kunci kebahagiaan. Kebahagiaan bukan dilihat dari harta atau kekuasaan. Banyak contohnya orang2 kaya atau berkuasa yang tidak bahagia. Tapi kunci kebahagiaan adalah ketika kita mampu bersyukur dan menikmati segala hal yang terjadi dalam hidup ini, tanpa melupakan tugas dan kewajiban yang sudah dipercayakan kepada qt...
KARENA KEBAHAGIAAN ITU, ADALAH SEBUAH PILIHAN...
Sabtu, 08 Desember 2012
Sepenggal Kisah Kuliah
Pada posting kali ini, saya ingin sedikit curhat... Hehe.. :)
Langsung saja saya mulai. Ceritanya waktu kuliah. 1 tahun terakhir masa kuliah saya merupakan masa-masa yang sangat berat, ato mungkin paling berat selama saya kuliah. Kuliahnya udah jarang ada di kampus. Semester 7 ada namanya PIPPG dan PKNM. Yah, semacam belajar dan berbakti ke desa gitulah pokoknya. Semester 8 ada namanya PRE-DI. Semacam belajar ke rumah sakit dan puskesmas gitulah pokoknya. Memang lumayan seru sih.. Tapi bukan itu masalahnya... Saya mo nyritain tentang penempatan...
PIPPG satu jurusan angkatan saya dapet giliran di kecamatan Singosari (Malang). Saya dapet kelurahan Candirenggo. Dari sini saya sudah protes, ga trima. Kenapa?? Karena pembagian kelompoknya menurut saya ga adil. Dulu ada yang namanya kelompok PBL (semacam diskusi bersama). Nah, 5 dari 7 kelompok itu hampir semua anaknya satu kelompok semua pas PBL. Yang 2 kelompok itu istilahnya anak-anak "buangan" dari yang 5 kelompok tadi. Bayangin aja kalo kamu jadi salah satu anak buangan itu?? Mesti adaptasi lagi, saling mengenal lagi, macem2 lah rasanya. Kenapa ga dipecah aja semuanya?? Jd bnr2 random, ga da yang merasa dibuang (saya red T.T). Truz juga kami anggota paling sedikit. Yang lain ber-7, hanya kelompok kami yang ber-6. Otomatis beban kerja, beban biaya, yang mesti ditanggung banyak orang jd lebih banyak dikelompok qt. Timbul pertanyaan lagi. Kenapa ga dibagi 8 kelompok aja biar pas 6?? Ato sebaliknya, 6 kelompok aja biar pas 8 orang satu kelompok?? (jumlah mahasiswa 48). Truz juga kami satu2nya kelompok yang dapet kelurahan. Yang laen dpt pedesaan. Dampaknya ada dibiaya hidup, truz jga pengaruh ke tugas coz masyarakatnya udah maju. Pertanyaan lagi, knp ga di desa az semuanya?? Itu satu...
PKNM itu hampir sama kayak PIPPG, cuman ini yg ngadain fakultas. Kalo PIPPG yg ngadain jurusan. Yg menyebalkan adalah waktunya bareng pas PIPPG. Jadi ribet. Mesti bolak-balik kampus-singosari-tlogowaru (tempat PKNM-ku). Biaya juga doble. Belum lagi konflik dengan teman PKNM karena kita terlalu sibuk di Singosari. Atau sebaliknya, konflik dengan temen PIPPG karena bingung dengan PKNM. Tubuh dan pikiran ini cuman satu woy... Ga bisa dibelah.. Pertanyaan lagi, kenapa waktunya bareng?? Ato kenapa juga qt mesti ikut dua2x klo materinya hampir sama?? Itu dua...
PRE-DI gizi dibagi 3 rotasi, FSM, KOMUNITAS, KLINIK. FSM dpt di RS Baptis Batu. Celakanya, mulai semester 8 ini, laptop saya rusak. Ibarat prajurit yg pergi berperang tanpa pedangnya. Ato ibarat singa yang kehilangan taringnya. Ini puncaknya. Saya ga bisa ngapa2in pas di sana. Bengong, maenan hp, potong kuku, garuk2, itu kerjaanq saat tmn2 sekelompokq pada ngerjain tugas. Rusaknya laptopq jga bikin aq mesti pulang, ga ngekos, bolak-balik bwat ngerjain tugas di rumah coz ga enak klo mesti pinjem laptop temen. Tumpang-Batu, > 30 km. Total PP > 60 km tiap hari, turun gunung dari Tumpang ke malang, naek gunung lagi dari malang ke Batu. Berangkat jam 5 pagi ditemani dinginnya hembusan angin pegunungan. Padahal malam mesti nglembur kerja tugas coz ga bisa nyicil kerja di Batu. Tugas dapat 4 bagian. Bayangin?? Yang laenya cmn 1, 2. Kenapa?? Kembali lagi, karena jumlah kami sedikit. Cmn 6. Padahal yang laenya ada yang 9. Balik lagi ke beban kerja tadi. Aq dpt menu (banyak ini), pengadaan dan penyimpanan, survey kepuasan karyawan, bikin software. Belum lagi tugas individu HACCP n tugas kelompok penyuluhan (meski akhirnya tugas penyuluhan aq ga ngapa2in. Haha..) Gila beneran udah... Badan kayak dilempar ke angkasa, truz nabrak meteor, balik lagi terhempas ke bumi dengan begitu kerasnya. Pertanyaannya, kenapa saya dpt di Batu?? Koq ga yang di malang az? Yang deket..
PRE-DI KOMUNITAS juga hampir sama. Pilihannya ada Tumpang, Pakis, Jabung, Tajinan, Singosari, Kepanjen, Pakis aji. Saya berharap dpt salah satu dari 4 pilihan yang pertama tadi coz deket dari rumah (rumahku di Tumpang red). Lah ternyata dpt Pakis Aji. PP lagi Tumpang-Pakis Aji. Apa maunya coba.. Padahal peluang dpt tempat yang aq harapkan 50% lebih. 4 dari 7. Kenapa....kenapa....dan kenapa.... Itu yang selalu muncul dalam pikiran ini.
Dan yang terakhir...
Sebenarnya PRE-DI klinik sih ga ada masalah. Dapat di RST. Sedikit diremehkan emang ma beberapa kalangan. Yang pinter2 banyak yang dapet di RSSA (pendapat beberapa orang). Ga begitu menjadi masalah bagi saya. Dimaklumi saja. Galak2 orangnya di sana (katanya). Makanya biar seimbang, dikasih yang pinter2. Haha..
Tapi ada pertanyaan laen yang muncul, flashback 4 tahun yang lalu.
KENAPA SAYA KULIAH DI GIZI???
Bersambung....
Langsung saja saya mulai. Ceritanya waktu kuliah. 1 tahun terakhir masa kuliah saya merupakan masa-masa yang sangat berat, ato mungkin paling berat selama saya kuliah. Kuliahnya udah jarang ada di kampus. Semester 7 ada namanya PIPPG dan PKNM. Yah, semacam belajar dan berbakti ke desa gitulah pokoknya. Semester 8 ada namanya PRE-DI. Semacam belajar ke rumah sakit dan puskesmas gitulah pokoknya. Memang lumayan seru sih.. Tapi bukan itu masalahnya... Saya mo nyritain tentang penempatan...
PIPPG satu jurusan angkatan saya dapet giliran di kecamatan Singosari (Malang). Saya dapet kelurahan Candirenggo. Dari sini saya sudah protes, ga trima. Kenapa?? Karena pembagian kelompoknya menurut saya ga adil. Dulu ada yang namanya kelompok PBL (semacam diskusi bersama). Nah, 5 dari 7 kelompok itu hampir semua anaknya satu kelompok semua pas PBL. Yang 2 kelompok itu istilahnya anak-anak "buangan" dari yang 5 kelompok tadi. Bayangin aja kalo kamu jadi salah satu anak buangan itu?? Mesti adaptasi lagi, saling mengenal lagi, macem2 lah rasanya. Kenapa ga dipecah aja semuanya?? Jd bnr2 random, ga da yang merasa dibuang (saya red T.T). Truz juga kami anggota paling sedikit. Yang lain ber-7, hanya kelompok kami yang ber-6. Otomatis beban kerja, beban biaya, yang mesti ditanggung banyak orang jd lebih banyak dikelompok qt. Timbul pertanyaan lagi. Kenapa ga dibagi 8 kelompok aja biar pas 6?? Ato sebaliknya, 6 kelompok aja biar pas 8 orang satu kelompok?? (jumlah mahasiswa 48). Truz juga kami satu2nya kelompok yang dapet kelurahan. Yang laen dpt pedesaan. Dampaknya ada dibiaya hidup, truz jga pengaruh ke tugas coz masyarakatnya udah maju. Pertanyaan lagi, knp ga di desa az semuanya?? Itu satu...
PKNM itu hampir sama kayak PIPPG, cuman ini yg ngadain fakultas. Kalo PIPPG yg ngadain jurusan. Yg menyebalkan adalah waktunya bareng pas PIPPG. Jadi ribet. Mesti bolak-balik kampus-singosari-tlogowaru (tempat PKNM-ku). Biaya juga doble. Belum lagi konflik dengan teman PKNM karena kita terlalu sibuk di Singosari. Atau sebaliknya, konflik dengan temen PIPPG karena bingung dengan PKNM. Tubuh dan pikiran ini cuman satu woy... Ga bisa dibelah.. Pertanyaan lagi, kenapa waktunya bareng?? Ato kenapa juga qt mesti ikut dua2x klo materinya hampir sama?? Itu dua...
PRE-DI gizi dibagi 3 rotasi, FSM, KOMUNITAS, KLINIK. FSM dpt di RS Baptis Batu. Celakanya, mulai semester 8 ini, laptop saya rusak. Ibarat prajurit yg pergi berperang tanpa pedangnya. Ato ibarat singa yang kehilangan taringnya. Ini puncaknya. Saya ga bisa ngapa2in pas di sana. Bengong, maenan hp, potong kuku, garuk2, itu kerjaanq saat tmn2 sekelompokq pada ngerjain tugas. Rusaknya laptopq jga bikin aq mesti pulang, ga ngekos, bolak-balik bwat ngerjain tugas di rumah coz ga enak klo mesti pinjem laptop temen. Tumpang-Batu, > 30 km. Total PP > 60 km tiap hari, turun gunung dari Tumpang ke malang, naek gunung lagi dari malang ke Batu. Berangkat jam 5 pagi ditemani dinginnya hembusan angin pegunungan. Padahal malam mesti nglembur kerja tugas coz ga bisa nyicil kerja di Batu. Tugas dapat 4 bagian. Bayangin?? Yang laenya cmn 1, 2. Kenapa?? Kembali lagi, karena jumlah kami sedikit. Cmn 6. Padahal yang laenya ada yang 9. Balik lagi ke beban kerja tadi. Aq dpt menu (banyak ini), pengadaan dan penyimpanan, survey kepuasan karyawan, bikin software. Belum lagi tugas individu HACCP n tugas kelompok penyuluhan (meski akhirnya tugas penyuluhan aq ga ngapa2in. Haha..) Gila beneran udah... Badan kayak dilempar ke angkasa, truz nabrak meteor, balik lagi terhempas ke bumi dengan begitu kerasnya. Pertanyaannya, kenapa saya dpt di Batu?? Koq ga yang di malang az? Yang deket..
PRE-DI KOMUNITAS juga hampir sama. Pilihannya ada Tumpang, Pakis, Jabung, Tajinan, Singosari, Kepanjen, Pakis aji. Saya berharap dpt salah satu dari 4 pilihan yang pertama tadi coz deket dari rumah (rumahku di Tumpang red). Lah ternyata dpt Pakis Aji. PP lagi Tumpang-Pakis Aji. Apa maunya coba.. Padahal peluang dpt tempat yang aq harapkan 50% lebih. 4 dari 7. Kenapa....kenapa....dan kenapa.... Itu yang selalu muncul dalam pikiran ini.
Dan yang terakhir...
Sebenarnya PRE-DI klinik sih ga ada masalah. Dapat di RST. Sedikit diremehkan emang ma beberapa kalangan. Yang pinter2 banyak yang dapet di RSSA (pendapat beberapa orang). Ga begitu menjadi masalah bagi saya. Dimaklumi saja. Galak2 orangnya di sana (katanya). Makanya biar seimbang, dikasih yang pinter2. Haha..
Tapi ada pertanyaan laen yang muncul, flashback 4 tahun yang lalu.
KENAPA SAYA KULIAH DI GIZI???
Bersambung....
Minggu, 02 Desember 2012
Perbaikan CAntro2
Ini program perbaikan dari CAntro versi 2 yang dulu pernah saya post kan. Yang lama dihapus saja.
Mohon maaf klo pada postingan saya sebelumnya sempat ada masalah. Versi 3 juga sudah saya perbaiki. Namun tidak saya post-kan karena versi tersebut adalah versi berbayar. Hubungi saya kalo ingin mengetahui seperti apa versi 3. Akan saya kirimkan samplenya via email.
Penulis sangat terbuka untuk menerima setiap saran dan kritikan demi kemajuan software ini dan pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan gizi di Indonesia. Juga menerima masukan pembuatan software gizi yang lain. Jika ada kesempatan, pasti akan saya kerjakan.
Monggo dicek programnya:
CAntro2 baru
Mohon maaf klo pada postingan saya sebelumnya sempat ada masalah. Versi 3 juga sudah saya perbaiki. Namun tidak saya post-kan karena versi tersebut adalah versi berbayar. Hubungi saya kalo ingin mengetahui seperti apa versi 3. Akan saya kirimkan samplenya via email.
Penulis sangat terbuka untuk menerima setiap saran dan kritikan demi kemajuan software ini dan pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan gizi di Indonesia. Juga menerima masukan pembuatan software gizi yang lain. Jika ada kesempatan, pasti akan saya kerjakan.
Monggo dicek programnya:
CAntro2 baru
Rabu, 28 November 2012
Software Gizi Interaksi Obat dan Makanan
Pada postingan sebelumnya, saya telah men-share-kan ketiga versi program gizi pertama saya, yaitu CAntro.
Setelah sekian lama, saya melakukan melakukan evaluasi dan ternyata memang ada sedikit masalah dengan program saya tersebut untuk versi 2 dan 3. Versi 2 dan 3 masih dalam proses perbaikan. Untuk sementara pake saja versi 1. Hampir sama..
Oia, program-program ini saya desain untuk Windows XP. Sekedar tips, jika program tidak mau jalan/muncul pada vista ato windows seven, coba klik kanan pada program tersebut, lalu pilih "run as administrator". Sementara software ini saya desain untuk ahli gizi. Namun dengan sedikit edukasi, orang awam pun bisa mengoperasikannya. Cukup mudah saya rasa...
Dan pada postingan kali ini, saya perkenalkan software gizi terbaru bikinan sendiri, yaitu Introma atau singkatan dari Interaksi Obat dan Makanan. Lagi-lagi memang khusus untuk ahli gizi. Namun orang awam pun bisa menggunakannya. Cara cukup mudah. Konsep mirip seperti kamus electric. Tinggal ketikkan nama obat, klik nama obat yang muncul dibawahnya, kemudian keluarlah interaksinya.
Gunanya apa?? Bagi orang awam yang belum tau, obat itu jika dikonsumsi dengan cara yang salah, akan mengacaukan kerja obat itu. Hasil yang didapatkanpun menjadi tidak maksimal. Untuk itu sudah menjadi tugas seorang ahli gizi untuk memperhatikan juga obat pasien dengan menu yang akan diberikan. Seperti apa programnya?? Monggo dicek. Ni linknya:
Introma 1.1
Tambahkan komentar di bawah. Bisa kritik dan saran untuk kemajuan program-program ini.
Software gizi ini gratis.
Tunjukkan eksistensi ahli gizi di Indonesia dalam segala aspek..
Setelah sekian lama, saya melakukan melakukan evaluasi dan ternyata memang ada sedikit masalah dengan program saya tersebut untuk versi 2 dan 3. Versi 2 dan 3 masih dalam proses perbaikan. Untuk sementara pake saja versi 1. Hampir sama..
Oia, program-program ini saya desain untuk Windows XP. Sekedar tips, jika program tidak mau jalan/muncul pada vista ato windows seven, coba klik kanan pada program tersebut, lalu pilih "run as administrator". Sementara software ini saya desain untuk ahli gizi. Namun dengan sedikit edukasi, orang awam pun bisa mengoperasikannya. Cukup mudah saya rasa...
Dan pada postingan kali ini, saya perkenalkan software gizi terbaru bikinan sendiri, yaitu Introma atau singkatan dari Interaksi Obat dan Makanan. Lagi-lagi memang khusus untuk ahli gizi. Namun orang awam pun bisa menggunakannya. Cara cukup mudah. Konsep mirip seperti kamus electric. Tinggal ketikkan nama obat, klik nama obat yang muncul dibawahnya, kemudian keluarlah interaksinya.
Gunanya apa?? Bagi orang awam yang belum tau, obat itu jika dikonsumsi dengan cara yang salah, akan mengacaukan kerja obat itu. Hasil yang didapatkanpun menjadi tidak maksimal. Untuk itu sudah menjadi tugas seorang ahli gizi untuk memperhatikan juga obat pasien dengan menu yang akan diberikan. Seperti apa programnya?? Monggo dicek. Ni linknya:
Introma 1.1
Tambahkan komentar di bawah. Bisa kritik dan saran untuk kemajuan program-program ini.
Software gizi ini gratis.
Tunjukkan eksistensi ahli gizi di Indonesia dalam segala aspek..
Jumat, 28 September 2012
Software Antropometri Gizi
Sebagai ahli gizi, kita tau bahwa ilmu gizi tidak melulu berkaitan dengan ilmu hapalan, tapi juga ada hubungannya dengan angka, rumus, dan tabel. Sering kali waktu kita dihabiskan hanya untuk berhitung. Terkadang kita juga bisa salah menghitung, salah membaca tabel, bosan menghitung, dll. Untuk itu diperlukan sebuah solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
Zaman sekarang adalah zamannya komputer, bukan zaman batu. Banyak hal dapat dilakukan dengan komputer karena lebih mudah dan cepat. Tak terkecuali ilmu gizi. Karena itu, saya bermaksud mengkombine antara ilmu gizi yang saya peroleh selama kuliah, dengan teknologi yang sudah ada sekarang ini. Terciptalah sebuah software gizi, software yang saya ciptakan khusus untuk hal yang berbau angka dalam gizi. Software ini saya beri nama CAntro.
CAntro merupakan sebuah program yang di dalamnya terdapat otomatisasi dalam hal perhitungan energi, status gizi, dan perkiraan tinggi badan dan/atau berat badan pada kondisi khusus. Penasaran seperti apa program ini?? Silahkan download programnya pada link ini..
CAntro1
CAntro2
Hanya beda versi. CAntro dulu khusus saya ciptakan untuk RS Babtis Batu. Tersedia juga versi berbayar yang lebih lengkap dan kompleks. Silahkan dicek programnya di link ini:
CAntro3
Semoga bermanfaat...
Zaman sekarang adalah zamannya komputer, bukan zaman batu. Banyak hal dapat dilakukan dengan komputer karena lebih mudah dan cepat. Tak terkecuali ilmu gizi. Karena itu, saya bermaksud mengkombine antara ilmu gizi yang saya peroleh selama kuliah, dengan teknologi yang sudah ada sekarang ini. Terciptalah sebuah software gizi, software yang saya ciptakan khusus untuk hal yang berbau angka dalam gizi. Software ini saya beri nama CAntro.
CAntro merupakan sebuah program yang di dalamnya terdapat otomatisasi dalam hal perhitungan energi, status gizi, dan perkiraan tinggi badan dan/atau berat badan pada kondisi khusus. Penasaran seperti apa program ini?? Silahkan download programnya pada link ini..
CAntro1
CAntro2
Hanya beda versi. CAntro dulu khusus saya ciptakan untuk RS Babtis Batu. Tersedia juga versi berbayar yang lebih lengkap dan kompleks. Silahkan dicek programnya di link ini:
CAntro3
Semoga bermanfaat...
Langganan:
Postingan (Atom)