Jumat, 09 September 2016

Aplikasi/Software Gizi Berbasis Android

Hai-hai.. Sudah lama sekali nih aq ga post blog. Hehe..
Pada postingan kali ini, penulis ingin mencoba sedikit memaparkan beberapa aplikasi gizi yang bisa digunakan di hp/tablet, khususnya Android.

Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi pun akan semakin maju. Yang lama mulai ditinggalkan dan yang baru terus bermunculan. Sekitar 15 tahun yang lalu (waktu lagi jaya2nya Microsoft), mungkin orang tidak akan tau apa itu Android. Hp pun yang lagi nge-trend merk nokia. Itu pun teknologinya masih belum semaju sekarang ini. Kalo sekarang kita perhatikan di kawasan Indonesia khususnya Android mulai berjaya. Hampir semua orang memilih dan memakainya sebagai sistem operasi smartphone mereka. Padahal sistem operasi untuk smartphone tidak hanya itu saja (contohnya ada windows phone bikinanx Microsoft). Microsoft mulai kalah bersaing dalam dunia smartphone ini. Nokia pun dikabarkan gulung tikar (mungkin karena tidak bisa move on mengikuti jaman kali.. Haha..). Sekarang merk Samsung dan merk-merk Cina yang lagi berjaya. Samsung memiliki nilai "gengsi" yang lebih tinggi, sedangkan hp Cina terkenal akan murahnya.

Kemajuan dibidang teknologi membawa pengaruh yang cukup besar pula dibidang lainnya, contohnya adalah ilmu gizi. Banyak orang mulai berlomba-lomba mengembangkan sesuatu yang baru dengan memanfaatkan teknologi. Seperti yang kita tau, teknologi dkembangkan untuk membantu mempermudah manusia dalam menjalani kehidupannya di bumi ini. Sedangkan ilmu gizi sendiri masih tergolong ilmu yang masih baru di Indonesia (khususnya gizi klinik). Coba saya tanya dari para pembaca sekalian apa yang ada dipikiran pembaca saat mendengar kata "Ahli Gizi". Mungkin beberapa orang akan berkata, oh itu orang-orang yang bagian masak di dapur.. Haha,, Salah besar.. Itu salah satu bukti masih barunya ilmu gizi di Indonesia. Banyak hal yang masih bisa dikembangkan dari sebuah ilmu yang masih baru ini. Salah satunya dibidang teknologi.

Bagi para Ahli Gizi sendiri, ilmu gizi punya beberapa kesulitan tersendiri dalam mempraktekkannya di dunia kerja. Ilmu gizi tidak hanya berbicara tentang makanan, tapi juga angka. Contohnya kebutuhan energi, zat gizi (protein, lemak, kh, vitamin, mineral, dll), cairan, kandungan zat gizi bahan makanan, proporsi lemak tubuh, dsb. Cara untuk mengetahui angka-angka diatas ada yang menggunakan alat khusus, laboratorium, namun ada juga yang hanya sekedar menggunakan rumus dan tabel. Rumus dan tabel ini tidak sedikit, tapi ada banyak variasinya dan sangat susah dihapalkan. Oleh karena itu, beberapa orang mencoba mengakalinya dengan menggunakan teknologi, khususnya komputer untuk membantunya dalam menjalankan pekerjaannya.

Dalam ilmu komputer, ada istilahnya "Program", yaitu serangkaian perintah yang dimasukkan oleh pemrogram agar sesuatu itu bisa berjalan sesuai perintahnya. Contoh sederhananya gini: saya punya data panjang = 4 cm dan lebar = 3 cm (sebuah persegi panjang). Kemudian saya membuat sebuah program dikomputer. Program itu berisi perintah/rumus agar komputer menghitungkan luas persegi panjang itu (p x l) kepada saya dan mengeluarkan hasil luas = 12 cm. Tujuannya supaya kalo ada persegi panjang lagi, saya tidak perlu repot-repot menghitungnya lagi, tetapi tinggal memasukkan saja data panjang dan lebarnya, biarkan komputer yang menghitungnya. Hal yang sama terjadi juga dalam ilmu gizi. Contohnya untuk menghitung kebutuhan energi seseorang, diperlukan data-data seperti berat badan, tinggi badan, dll. Daripada setiap kali ada pasien kita harus menghitung satu per satu, alangkah lebih mudah dan cepatnya bila kita bikin sebuah program dalam komputer untuk menghitungkan energi buat kita..

Sebuah program yang baik, tentu harus mampu mengerti apa yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkan oleh pengguna. Berhubung yang menggunakan adalah ahli gizi, maka idealnya haruslah ahli gizi juga yang membuat program itu karena dia mengerti betul ilmu gizi dan beberapa kondisi yang sering terjadi di lapangan. Atau paling tidak, ahli gizi ikut berpartisipasi dalam membuat sebuah program, tidak lepas tangan diserahkan sepenuhnya kepada programmer karena hasilnya pasti kurang maksimal. Masalahnya banyak ahli gizi yang tidak bisa memprogram, hanya mengerti sedikit tentang ilmu komputer. Memang susah sih, ada sekolahnya atau kursusnya. Tapi untunglah ada beberapa orang ahli gizi yang berbaik hati membuatkan program-program untuk para ahli gizi lainnya. Ada yang gratis ada juga yang bayar. Sah-sah saja sih karna itu hasil keringat mereka. Susah loo.. Hehehe...

Pada pembahasan kali ini saya lebih fokus ke bikinan anak bangsa sendiri (Indonesia). Oh iya, perlu diketahui beberapa data gizi yang ada di luar berbeda dengan yang ada di Indonesia. Contohnya pengklasifikasian status gizi. Orang barat lebih gedhe-gedhe timbang orang Indo, jadi tentu klasifikasinya beda. Nilai gizi bahan makanan juga beda, jenis makanannya ada yang beda, tanahnya beda, kandungannya juga beda, dan lain sebagainya. Jadi kalo kita kerja di Indonesia, sebaiknya kita pakai data yang ada di Indonesia, cari aplikasinya juga yang bikinan Indonesia.

Kalau saya browsing sana sini, sebenarnya ada banyak sekali macam-macam software gizi yang tersedia. Ada yang modifikasi Ms. Excel, Ms. Access, ada juga yang murni program seperti dari Visual Basic, delphi. Yang paling terkenal tentu saja NutriClin. Sekarang sudah sampai versi 4. Masih banyak precil-precil yang lain beterbaran di internet, Ada yang untuk klinik, ada yang untuk komunitas. Silahkan dibrowse sendiri. Hehe..

Ada satu grup/kumpulan ahli gizi yang menamakan diri mereka Nutrisoft Bank (NSB). Mereka berusaha mengembangkan aplikasi di bidang gizi. Salah satu produk unggulannya adalah Nucapro. Ini saingannya NutriClin. Sudah diuji coba di RS Saiful Anwar Malang sebagai bahan untuk thesis anggotanya (NSB). Saat ini mereka sedang mengembangkan aplikasi di dunia Android. Aplikasi andalannya adalah Ns Andro. Selain itu ada Nutrient Content Count (NCC). Kalo yang ini saingannya Nutrisurvey/CD menu tapi di dunia yang berbeda. Satu PC satunya Android. Mereka juga sempat bekerja sama dengan para dosen Ilmu Gizi di Universitas Brawijaya Malang untuk mengembangkan aplikasi khusus untuk para penderita obesitas dengan nama My Weight Lose Diet yang sampai saat tulisan ini dibuat, sudah di donlot lebih dari 1000 orang. Silahkan di search sendiri dalam Google Play gagdet Anda.

Demikianlah sedikit informasi yang bisa saya bagikan. Sisanya monggo berseluncur sendiri di internet. Mungkin penjelasan detail tentang aplikasi di atas akan saya bahas pada postingan selanjutnya. Hehe.. Pilihan tinggal ditangan kita. Akankah kita akan menjadi ahli gizi yang lapuk dimakan usia?? Ataukah kita mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang ada, sehingga tetap mampu bertahan dalam dunia yang semakin global ini??

Go gizi go gizi go....

Rabu, 14 Oktober 2015

Kisah Seorang Musisi... (Part 2)

Sambungan postingan sebelumnya....

Yap, postingan yang lalu berakhir pada sebuah pernyataan dan pertanyaan: Dengan bakat yang saya miliki, saya merasa seperti berada dalam sebuah belenggu, tidak bisa bergerak bebas. Seperti terikat, terpenjara, dan seolah-olah tidak pernah bisa keluar. Lalu, bakat itu sebuah Anugerah, ataukah kutukan??

Sebenarnya banyak kisah-kisah serupa dalam film. Saya terinspirasi oleh beberapa kisahnya. Salah satu contoh adalah spiderman. Satu hal yang saya kutip, pernyataan dari uncle Ben terhadap Peter Parker waktu ia mulai lelah dengan semuanya: "Kekuatan besar, juga berarti tanggung jawab besar..." Semakin besar kekuatan yang ia miliki, maka iapun juga memiliki tanggung jawab yang besar. Demikian pula halnya dengan bakat, semakin banyak bakat yang kau miliki, tanggungjawabmu juga akan semakin besar. Artinya, Tuhan telah mempercayakan sesuatu yang besar untukmu. Apakah kau akan menyikapinya dengan penuh tanggung jawab??

Lalu, untuk apa Tuhan mempercayakan sesuatu itu kepada saya?? Untuk pertanyaan ini, saya terinspirasi oleh film yang mengisahkan tentang robot di masa depan. Disitu menceritakan tentang pembuatan robot yang mematuhi 3 hukum, dan pembuatan satu robot yang unik. Satu robot ini diberi kehendak bebas. Dia bisa bebas memilih untuk mematuhi 3 hukum tadi ato tidak. Robot ini juga diberi lapisan besi yang cukup tebal, diberi mimpi, dan pokoknya berbeda dari robot-robot lainnya. Pada akhir cerita, baru terungkap semua kenapa robot tersebut berbeda dari robot lainnya. Mungkin ada sudah pernah melihat filmnya. Aq lupa judulnya. Haha... Yang saya pelajari adalah setiap orang diciptakan unik, untuk tujuan berbeda pula. Demikian halnya dengan bakat, setiap orang pasti memiliki bakat yang berbeda-beda. Dan yakinlah, Sang Pencipta sudah merencanakan sedemikian rupa dan juga pasti menanamkan sebuah tujuan dalam hidup kita masing-masing. Dan juga kita diberi sesuatu yang disebut Free Will. Apakah kita bisa mengelola kehendak bebas ini dengan penuh tanggung jawab??

Pada akhirnya, semua itu kembali ke diri kita masing-masing. Semua itu pilihan. Saat ini, aq bisa saja lari dari tanggungjawab. Istilah Jawanya mokong, ga mau maen lagi. Tapi sampai kapan aq teruz berlari?? Sampai kapan bakat tersebut akan q pendam? Jika sudah tiba waktunya untuk mempertanggungjawabkan semua hal dalam hidup kita nanti, apakah yang harus q katakan pada Sang Pengadil?? So, marilah kita kembangkan bakat kita, jangan dipendam dan jangan berhenti berkarya. Karena membunuh bakatmu, itulah satu-satunya kutukanmu...

Selasa, 02 April 2013

Kisah Seorang Musisi

Curhat lagi ni aq ceritanya... Hehe...
Kali ini topiknya adalah sisi lain dari kehidupanq sebagai seorang musisi..

Musisi?? Ya... Bagi yg blm tau, aq sudah mulai bljr alat musik sejak SD kelas 2 bersama kakakq. Waktu itu saya diajari sedikit bagaimana cara maen keyboard. Waktu SD saya juga sekilas diajari cara bermain gitar oleh ayah dan kakak saya. Masuk SMP mulai lebih tertarik lagi, saya perdalam ilmu saya tentang keyboard dan gitar. Ditambah lagi saya belajar juga maen bass n drum... Jadi lengkap... SMA n kuliah sudah semakin mahir lagi. Bertemu dg bnyak org, ngeband kemana2, ilmu n pengalaman teruz nambah, jd primadona, fans pun nambah. Ho9.... (Gaya dhikit). Banyak org bilang musisi itu keren... Tp taukah kalian ada sisi lain dari seorg musisi yg jarang diketahui org?? Ini critaq:

Aq belajar memainkan alat musik secara otodidak. Tidak pernah ikut les, hanya membaca dr buku dan berbagi ilmu dan pengalaman dg org lain. Org2 blg kalo saya berbakat... Namun sayang, justru krn itu saya jadi terjebak. Yg paling berdampak adalah masa2 kuliah...

Di kampuz juga pasti ada band2an bukan?? Saya tergabung dlm band gizi 4 thn berturut2. Ikut dekan cup 4 thn dg posisi berbeda. Thn pertama pegang gitar, thn kedua drum, thn ketiga keyboard, thn keempat balik drum lagi. Selain dekan cup, juga masih banyak acara2 laen yg menampilkan akustik dan saya ikut juga di dalamnya. Memang cukup menyenangkan. Satu hal yg menyebalkan adlh saat lthn, palagi mendekati hari H. Tiap hari lthn sampek mlm. Kadang2 sampek jam 12 mlm. Gila... Rumahq Tumpang men... Brgkt jam 7 pagi kuliah, plg bs jam 10 mlm klo sama lthn. Sore mo plg ya nanggung.. Msak mo PP Tumpang-Malang 2x?? Pernah suatu kejadian plg jam set1 mlm sampek rumah. Waktu itu pas mlm jumat legi dan coba tebak?? Saya melihat org ga da kepalanya di sblhnya candi Jago Tumpang... Hiiii.... Serem bgt... Kisah nyata ini...

Selain band gizi, saya juga sempat mjd keyboardisnya Medical Choir (Padsunya FK rek). Klo ada sumpah dokter, ners, ppds, ato pelepasan Ahli gizi, saya maen dan waktu itu jd keyboardis satu2nya. Yg laen pada ga mau maen selama kurang lebih 2 periode (2 thn). Itu hampir sama, mesti mengorbankan kuliah... Tp dpt surat tugas. (Enak kalo ini. Hehe...)

Kisah lainnya: saya seorg Nasrani dan saya cukup aktif di Gereja dan lumayan aktif ikut PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristennya FK). Setiap ibdh, juga psti butuh pemain musik kan!? Untuk PMK, kasusnya hampir sama kayak band td. Masalah lthn dan rmhq yg jauh. Untuk Gerejaku malah lbh kompleks masalahnya. Ibdh Raya setiap hari minggu 2x. Ibdh pemuda hari minggu siang. Ibadah tengah minggu hari selasa. Ibadah bapak ibu hari jumat. Ibadah dewasa muda hari Kamis. Dan coba tebak?? Saya maen di hampir keseluruhan ibadah td. Di ibadah ini jd keyboardis, ibadah lain jd bassis, gitaris, drummer.. Jadi sesuai kebutuhan. Tergantung mana yg kosong. Ibarat pemain pengganti. Maklum lah, di desa pemain musiknya pada pergi semua ke kota. Aktifitasnya ada di kota. Jd jarang yg stanby di desa. Masalah latihan pun sama... Blm lagi kalo ada acara2 besar seperti Natal, Paskah dan HUT Gereja. Bisa bnr2 tiap hari ke Gereja.

Puncak stress tingkat tinggi ada di bulan Desember. Aq menyebutnya siksaan akhir tahun. Kenapa?? Yang pertama karena bln itu kami sibuk latihan di Gereja untuk mempersiapkan Natal. Yang kedua, itu bulan akhir semester. Tugas-tugas numpuk semua. Juga ada UAS. Yang ketiga, kakak2 saya dan anak2nya pulang ke rumah. Jd rame banget, suasana tidak kondusif bwat belajar, bwat ngerjain tugas. Hampir tiap mlm pergi ke grj, jd mesti begadang sampek tengah malem bwat nyelesaiin tugas. Blm lgi kalo suruh nganter kakak2 kemana gt. Huft... :(

Lalu, apa enaknya jd orang yang berbakat?? Justru dengan bakat itu, saya seakan terpenjara, tidak bisa bebas. Ketika saya curhat, org malah bilang "Salah sendiri bisa maen keyboard.." Sungguh menyebalkan. Sampai2 saya punya pemikiran: BAKAT ITU SEBUAH ANUGRAH ATAUKAH KUTUKAN??

Bersambung....

Senin, 21 Januari 2013

Sistem Manajemen Basis Data/Database Management System (DBMS) di dalam Ilmu Gizi


Database… Mungkin sudah tidak asing lagi di telinga teman-teman semua. Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan dalam perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data merupakan salah satu komponen utama dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam penyediaan informasi bagi para pemakai.

Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah Perangkat Lunak yang khusus/spesifik. Perangkat lunak inilah disebut DBMS yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali. Ada puluhan bahkan mungkin ratusan perangkat lunak DBMS yang tersedia. Masing-masing dengan spesifikasinya sendiri-sendiri. Mulai dari yang sangat sederhana sampai yang paling kompleks. Secara umum ada 5 buah DBMS yang cukup familiar dikalangan pengguna DBMS, yaitu Microsoft Access, MySQL, Microsoft SQL Server, PosgreSQL, dan Oracle. Namun pada tulisan ini kita akan mencoba sedikit mengenal yang namanya Microsoft Access.

Access adalah DBMS relational keluaran dari Microsoft yang termasuk dalam paket Microsoft Office. Microsoft Access mengkombinasikan engine relational Microsoft Jet Database, Graphical User Interface (GUI) dan perangkat pengembang perangkat lunak. Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan dalam Microsoft Jet Database, Microsoft SQL Server, Oracle atau tipe lain asal kompatibel dengan ODBC (Open Database Connectivity). Microsoft Access seringkali digunakan dalam pengembangan aplikasi secara cepat (Rapid Application Development), terutama untuk membangun prototipe dan aplikasi stand-alone. Microsoft Access juga dapat digunakan sebagai basis data untuk aplikasi berbasis web sederhana. Namun pada aplikasi yang lebih kompleks, baik berdasarkan web atau tidak, Microsoft Access bukanlah pilihan yang baik. Terutama karena kekurangannya dalam menangani penggunaan oleh banyak pengguna (multi-user). Hal ini karena sebenarnya Microsoft Access adalah sebuah basis data personal yang lebih ditujukan untuk single-user. Microsoft Access juga tidak dilengkapi dengan database triggers dan stored procedurs. Salah satu keuntungan dari Microsoft Access bagi programmer adalah kompatibilitasnya terhadap SQL (structured query language) relatif tinggi. Pada Microsoft Access kita dapat membuat query berbasis teks atau berbasis GUI kemudian dapat langsung dieksekusi dengan mudah untuk mendapatkan hasil.

Njlimet ya?? Itu tadi saya copy paste bukunya orang. Hwahaha…. :p
Gpp, ini hanya perkenalan saja. Lebih baik langsung praktek biar cepet ngerti. Dicoba-coba dulu. Kalo pengen belajar lebih banyak tentang DBMS yang lain, silahkan belajar sendiri. Hehe….
Truz apa hubungannya ma ilmu gizi?? Baiklah… Ini dia…

Pengaplikasian dalam Ilmu Gizi
Jika dikelola dengan baik, sebuah database bisa sangat bermanfaat. Salah satu contoh sebuah database gizi yang sudah tidak asing lagi adalah DKBM. Dengan DKBM tersebut, kita bisa melakukan banyak hal, misal mencari bahan makanan dengan kriteria tertentu, atau mengurutkan bahan makanan berdasarkan kriteria tertentu. Contoh: mencari lauk hewani yang nilai kolesterolnya di bawah 100. Atau mencari 10 nama bahan makanan dengan nilai protein tertinggi, dll. Semuanya itu bisa dilakukan dengan Ms. Access. Memang dengan Ms. Excel juga bisa, tapi kurang seru n kurang pas coz excel sebenarnya tidak didesain untuk pengelolaan sebuah database.

Contoh lain: database pasien, database dokter, ahli gizi, database obat, jika misal kita mengelola sebuah klinik konsultasi gizi ato rumah sakit, data-data pasien tersebut juga mesti disimpan kan!? Kalo sewaktu-waktu dibutuhkan, bisa dilihat kembali. Kalo pasien tersebut datang lagi, bisa dilihat riwayatnya dahulu seperti apa. Ini juga bisa jadi sistem pendokumentasian asuhan gizi secara elektrik. Sekarang jamannya sudah maju rek, masak masih pake kertas.. Haha…
Bidang gizi masyarakat pun bisa. Contoh: database kota dan data demografinya. Untuk laporan biar cantik, dibuat dalam bentuk grafik pun bisa. Diwarnai, dikasih bunga-bunga, gambar-gambar, foto.. Haha…
Bidang food service malah lebih banyak lagi. Contoh: data penjualan, data karyawan, data gaji, inventori, langganan, supplier, dan masih banyak lainnya. Oia, siap-siap yang mau menempuh profesi, mungkin salah satu tugas di rotasi FSM suruh bikin software… Hayo looo…. Wkwkwkwk….

Sekali lagi saya tekankan, pakai Ms. Excel memang bisa melakukan hal-hal tadi, tapi bukan tempatnya. Kalo yang udah mahir excel, ada yang namanya makro kan!? Di Access pun ada. Ada juga namanya VBA, Access malah lebih mendukung VBA. Klo mo bikin bentuk form, truz dikasih tombol-tombol gitu, ya Access jagonya. Perhitunganpun bisa. Memang sedikit beda rumusnya. Cuman perlu sedikit belajar lagi. Tampilannya pun lebih keren, lebih enak dilihat kalo menurutku. Ada banyak sekali keuntungan pake Ms. Access (promosi ini, haha…). Favorit saya, dengan access kita bisa melakukan beberapa otomatisasi, misal status gizinya muncul sendiri ato energinya ngitung sendiri. Bisa bikin software sederhana karya sendiri yang pastinya sesuai kebutuhan dan lebih keren... Ho9… Cmn syaratnya satu, mau mencoba dan belajar hal baru. Itu az… Access emang kurang populer ketimbang excel, tapi jangan salah. Jangan cuman sekedar melihat popularitas, tapi peran dan fungsinya, itu yang lebih penting. Seperti akar yang selalu ada di bawah tanah, tak pernah terlihat, namun dialah penopang pohon yang tampak berdiri dengan begitu gagahnya, penyuplai air dan nutrisi untuk kehidupannya. Tanpanya, pohon itu akan tumbang dan mati…
Eits, malah bahaz filosopi aq, menyimpang dari topik. Haha... Ya itulah, intinya Ms Access ini banyak gunanya mesti jarang orang mengetahuinya.

Mungkin pada tulisan-tulisan berikutnya, saya akan sedikit memaparkan cara menggunakan Ms. Access. Kalo mau diskusi ma saya ya monggo.
Terus ikuti blog ini. Hehe…
Selamat mencoba mempelajari hal baru….

Selasa, 18 Desember 2012

Sepenggal Kisah Kuliah... (Part 2)

Sambungan posting sebelumnya...

Pada postingan sebelumnya, saya menceritakan tentang bagaimana setahun terakhir masa2 studi saya di kampuz tercinta... Dan ditutup dengan sebuah pertanyaan flashback.
KENAPA SAYA KULIAH DI GIZI??? Kenapa saya sekarang menyandang gelar S.Gz?? Padahal sewaktu sekolah dulu ga pernah ada bayangan bwat masuk sana. Ga pernah kepikiran jadi Ahli Gizi. Denger kalo ada jurusan S1 Gizi Kesehatan di Brawijaya pun ga pernah. Palagi ngliat jurusan itu... Yah, tapi itulah yang disediakan Tuhan..

Klo boleh saya cerita, sebenarnya ga ada niatan sama sekali kuliah di situ. Aq dlu pernah daftar poltek lewat jalur PSB, tapi ga diterima. Teman saya yang diterima. Sungguh menyebalkan coz pada akhirnya ga diambil ma dia. Mbok kasihno saya az. Dari situ tok wez frustasi (maklum, masih labil). Truz juga sebenernya saya mempersiapkan diri saya untuk masuk STAN. Belajar n sembayang tiap hari biar bisa masuk sana. Pelajaran IPA ga tak sentuh blaz sehabis UN. Ikut SNMPTN pun ga niat. Disaat yang laen pada bingung cari les, aku malah asik ongkang2 kaki di rumah, ato maen2. Ga pernah ikut les selain di sekolah dlu pas sebelum UN, belajar juga baru H-2 sebelum SNMPTN. Milih jurusan juga asal2an. Baru tau klo ada jurusan Gizi itu ya pas saya beli formulir SNMPTN itu. Haha... Gila... Maksud saya cmn sementara saja sambil nunggu STAN. Ternyata diterima di gizi. Ga habiz pikir. Ya wez lah, dijalanin az...

Begitu masuk kuliah disitu, kagetnya setengah mati. Sistem kuliahnya gila.. Menyiksa... Berbeda sekali dengan karakteristik saya. Bagi yang pernah sekolah di daerah pedesaan, pasti tau kan rasanya sekolah di desa?? Nyantai, contekan ga masalah, malah suruh nyontek biar lulus, kerja tugas asal-asalan, guru ga masuk malah seneng, akses dan fasilitas terbatas, persentasi satu tahun sekali, buat makalah juga jarang, dikelas maen kartu, maen catur, baca komik, anak2nya juga kayak gt, mendukung banget klo diajak nakal.. Haha... Dan sebagainya (ga semua sekolah desa kayak gini se, tapi sekolah kota juga ada yang kayak gini. Haha...). Boleh berbangga sedikit, saya termasuk orang yang diperhitungkan waktu sekolah dulu. Ho9... Habiz ngalami kondisi yang kayak gitu, truz saya kuliah diperkotaan. Di salah satu Universitas unggulan. Wohh... Bedanya 180 derajat bokk... Saya seperti seekor ikan yang sempat berjaya di hulu sungai, namun langsung ditelan habiz oleh hiu2 raksasa saat mencoba mengarungi kerasnya samudra raya.. Ya sudahlah, pikirq cmn sementara saja. Mungkin sekitar 1 bln sebelum saya pergi ke jakarta (optimis masuk STAN).

Sampai tiba waktu pengumuman STAN. Eh, lha koq ga diterima di STAN. Tak cari2 namaq ga ada dipengumumannya. Malah nemu namanya temenq satu gereja. Waduh rasanya, ga bisa dicritain wez. Tak kuasa hatiku menahan kesedihan. Palagi pas hari minggu dateng ke gereja, ngliat tmnq yang keterima itu berdiri di depan jadi singer (semacam imam), tumpah sudah air mataku saat itu juga. Ya wez, beginilah jadinya... Terdampar.... Tersiksa rasanya...

Waktu sekolah dulu, saya suka matematika. Pelajaran yang paling saya benci adalah menghapal, dan satu2nya pelajaran yang banyak menghapal di jurusan IPA adalah biologi. Celaka sudah coz di gizi ini banyak materi biologinya semacam anfis, biokim, patofis, dan sejenisnya. Banyak menghapal. Emang ada hitungannya, tapi menurut saya hitungannya adalah hitungan yang membosankan, tidak menantang (sombong dhikit. Hehe...). Belum lagi pratikumnya. Temen2q yang laen pada keren2 untuk ukuran cow. Bawaannya obeng, tang, kunci, palu, ada yang bawa senjata jga. Lhah aq bwa erus, sutil, serok, helmnya panci, dandang, tameng wajan, senjatanya sendok, garpu. Huft.... Tapi ya sudah lah..

Kulewati tahun-tahunq di sana dan tak terasa 4 tahun sudah berlalu.
Setelah lulus ini saya baru mengerti semuanya. Semua pertanyaan2 saya yang di atas tadi terjawab sudah..
Ada banyak jawaban yang saya temukan. Namun aq pengen fokus ke beberapa hal.
Untuk pertanyaan KENAPA SAYA, sebenarnya itu adalah pertanyaan bodoh. Sudah jelas sekali jawabannya. Semua org punya porsinya masing2. Dan aq yakin semua yang terjadi dalam hidup saya, itu juga sudah sesuai dengan porsi saya. Kalopun terlihat sungguh berat, aq harusnya patut berbangga. Kenapa?? Ibarat seorg anak sekolah, makin tinggi sekolahnya makin berat bukan?? Ato ibarat sebuah pohon, semakin tinggi pohon tersebut, terpaan anginnya juga akan semakin kencang bukan?? Itu satu...

Saya merasa tersiksa selama kuliah, itu juga hal bodoh.. Saya tersiksa bukan karena sistem perkuliahan yang kayak gt.. Ato tersiksa karena penempatan yang tidak sesuai.. Ato jga bukan karena dengan siapa saya berada, apa yang saya hadapi, tapi saya tersiksa karena saya tidak bisa BERSYUKUR... Banyak mengeluh, protes, mempertanyakan kedaulatan Tuhan dalam hidup saya. Tidak bisa legowo bahasa jawanya, menerima segala sesuatu dengan ikhas. Dan pada akhirnya aq mengerti kunci kebahagiaan. Kebahagiaan bukan dilihat dari harta atau kekuasaan. Banyak contohnya orang2 kaya atau berkuasa yang tidak bahagia. Tapi kunci kebahagiaan adalah ketika kita mampu bersyukur dan menikmati segala hal yang terjadi dalam hidup ini, tanpa melupakan tugas dan kewajiban yang sudah dipercayakan kepada qt...

KARENA KEBAHAGIAAN ITU, ADALAH SEBUAH PILIHAN...

Sabtu, 08 Desember 2012

Sepenggal Kisah Kuliah

Pada posting kali ini, saya ingin sedikit curhat... Hehe.. :)
Langsung saja saya mulai. Ceritanya waktu kuliah. 1 tahun terakhir masa kuliah saya merupakan masa-masa yang sangat berat, ato mungkin paling berat selama saya kuliah. Kuliahnya udah jarang ada di kampus. Semester 7 ada namanya PIPPG dan PKNM. Yah, semacam belajar dan berbakti ke desa gitulah pokoknya. Semester 8 ada namanya PRE-DI. Semacam belajar ke rumah sakit dan puskesmas gitulah pokoknya. Memang lumayan seru sih.. Tapi bukan itu masalahnya... Saya mo nyritain tentang penempatan...

PIPPG satu jurusan angkatan saya dapet giliran di kecamatan Singosari (Malang). Saya dapet kelurahan Candirenggo. Dari sini saya sudah protes, ga trima. Kenapa?? Karena pembagian kelompoknya menurut saya ga adil. Dulu ada yang namanya kelompok PBL (semacam diskusi bersama). Nah, 5 dari 7 kelompok itu hampir semua anaknya satu kelompok semua pas PBL. Yang 2 kelompok itu istilahnya anak-anak "buangan" dari yang 5 kelompok tadi. Bayangin aja kalo kamu jadi salah satu anak buangan itu?? Mesti adaptasi lagi, saling mengenal lagi, macem2 lah rasanya. Kenapa ga dipecah aja semuanya?? Jd bnr2 random, ga da yang merasa dibuang (saya red T.T). Truz juga kami anggota paling sedikit. Yang lain ber-7, hanya kelompok kami yang ber-6. Otomatis beban kerja, beban biaya, yang mesti ditanggung banyak orang jd lebih banyak dikelompok qt. Timbul pertanyaan lagi. Kenapa ga dibagi 8 kelompok aja biar pas 6?? Ato sebaliknya, 6 kelompok aja biar pas 8 orang satu kelompok?? (jumlah mahasiswa 48). Truz juga kami satu2nya kelompok yang dapet kelurahan. Yang laen dpt pedesaan. Dampaknya ada dibiaya hidup, truz jga pengaruh ke tugas coz masyarakatnya udah maju. Pertanyaan lagi, knp ga di desa az semuanya?? Itu satu...

PKNM itu hampir sama kayak PIPPG, cuman ini yg ngadain fakultas. Kalo PIPPG yg ngadain jurusan. Yg menyebalkan adalah waktunya bareng pas PIPPG. Jadi ribet. Mesti bolak-balik kampus-singosari-tlogowaru (tempat PKNM-ku). Biaya juga doble. Belum lagi konflik dengan teman PKNM karena kita terlalu sibuk di Singosari. Atau sebaliknya, konflik dengan temen PIPPG karena bingung dengan PKNM. Tubuh dan pikiran ini cuman satu woy... Ga bisa dibelah.. Pertanyaan lagi, kenapa waktunya bareng?? Ato kenapa juga qt mesti ikut dua2x klo materinya hampir sama?? Itu dua...

PRE-DI gizi dibagi 3 rotasi, FSM, KOMUNITAS, KLINIK. FSM dpt di RS Baptis Batu. Celakanya, mulai semester 8 ini, laptop saya rusak. Ibarat prajurit yg pergi berperang tanpa pedangnya. Ato ibarat singa yang kehilangan taringnya. Ini puncaknya. Saya ga bisa ngapa2in pas di sana. Bengong, maenan hp, potong kuku, garuk2, itu kerjaanq saat tmn2 sekelompokq pada ngerjain tugas. Rusaknya laptopq jga bikin aq mesti pulang, ga ngekos, bolak-balik bwat ngerjain tugas di rumah coz ga enak klo mesti pinjem laptop temen. Tumpang-Batu, > 30 km. Total PP > 60 km tiap hari, turun gunung dari Tumpang ke malang, naek gunung lagi dari malang ke Batu. Berangkat jam 5 pagi ditemani dinginnya hembusan angin pegunungan. Padahal malam mesti nglembur kerja tugas coz ga bisa nyicil kerja di Batu. Tugas dapat 4 bagian. Bayangin?? Yang laenya cmn 1, 2. Kenapa?? Kembali lagi, karena jumlah kami sedikit. Cmn 6. Padahal yang laenya ada yang 9. Balik lagi ke beban kerja tadi. Aq dpt menu (banyak ini), pengadaan dan penyimpanan, survey kepuasan karyawan, bikin software. Belum lagi tugas individu HACCP n tugas kelompok penyuluhan (meski akhirnya tugas penyuluhan aq ga ngapa2in. Haha..) Gila beneran udah... Badan kayak dilempar ke angkasa, truz nabrak meteor, balik lagi terhempas ke bumi dengan begitu kerasnya. Pertanyaannya, kenapa saya dpt di Batu?? Koq ga yang di malang az? Yang deket..

PRE-DI KOMUNITAS juga hampir sama. Pilihannya ada Tumpang, Pakis, Jabung, Tajinan, Singosari, Kepanjen, Pakis aji. Saya berharap dpt salah satu dari 4 pilihan yang pertama tadi coz deket dari rumah (rumahku di Tumpang red). Lah ternyata dpt Pakis Aji. PP lagi Tumpang-Pakis Aji. Apa maunya coba.. Padahal peluang dpt tempat yang aq harapkan 50% lebih. 4 dari 7. Kenapa....kenapa....dan kenapa.... Itu yang selalu muncul dalam pikiran ini.

Dan yang terakhir...
Sebenarnya PRE-DI klinik sih ga ada masalah. Dapat di RST. Sedikit diremehkan emang ma beberapa kalangan. Yang pinter2 banyak yang dapet di RSSA (pendapat beberapa orang). Ga begitu menjadi masalah bagi saya. Dimaklumi saja. Galak2 orangnya di sana (katanya). Makanya biar seimbang, dikasih yang pinter2. Haha..
Tapi ada pertanyaan laen yang muncul, flashback 4 tahun yang lalu.
KENAPA SAYA KULIAH DI GIZI???

Bersambung....

Minggu, 02 Desember 2012

Perbaikan CAntro2

Ini program perbaikan dari CAntro versi 2 yang dulu pernah saya post kan. Yang lama dihapus saja.
Mohon maaf klo pada postingan saya sebelumnya sempat ada masalah. Versi 3 juga sudah saya perbaiki. Namun tidak saya post-kan karena versi tersebut adalah versi berbayar. Hubungi saya kalo ingin mengetahui seperti apa versi 3. Akan saya kirimkan samplenya via email.
Penulis sangat terbuka untuk menerima setiap saran dan kritikan demi kemajuan software ini dan pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan gizi di Indonesia. Juga menerima masukan pembuatan software gizi yang lain. Jika ada kesempatan, pasti akan saya kerjakan.

Monggo dicek programnya:
CAntro2 baru